Minggu, 11 September 2011

MATA KULIAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

STUDI KASUS
PANDANGAN YANG LEBIH LUAS MEMBUKA LEBIH BANYAK PELUANG









DI SUSUN OLEH :


1.  JUMADIN                                          6. EKA FEBRIANA HASIBUAN
                       NIM. 10520217                                     NIM. 09510076
                        2.  WULAN SARI                                    7. DANANG ARNOTO
                        NIM. 09510063                                     NIM. 09510231
                        3.  BUDI SUYETNO                                8. NURMALIA
                        NIM. 09510178                                     NIM. 09510016
                        4.  ASTUTI MARLINA HARAHAP              9. AFRIZAL
                        NIM. 09510134                                     NIM. 10530007
                        5.  MOH. SYAIFATI                             10. SUHARMADJI
                        NIM. 09510272                                    NIM. 10530082
           



MATA KULIAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS DHARMAWANGSA
TAHUN 2010








BAB I
PENDAHULUAN
I.1.  Uraian Studi Kasus
Don English, wakil perusahaan yang bertanggung jawab atas sumber daya manusia, akhirnya dapat beristirahat dari kesibukan “memadamkan api “ yang telah berjalan sejak ia bekerja di Bancroft Sepuluh tahun yang lalu. Seperti banyak rekannya di perusahaan lain, Don memperoleh pengetahuan mengenai manajemen sumber sumber daya manusia dari pengalaman dan pendidikan formalnya.
Karena beban kerjanya, Don cenderung memfokuskan diri secara sempit pada pekerjaannya saja, dan sangat jarang membaca jurnal-jurnal SDM atau menghadiri seminar-seminar. Tetapi baru-baru ini pekerjaannya agak melonggar. Ia telah berhasil merekrut dan melatih hampir semua manajer divisi yang bertanggung jawab dalam sumber daya manusia. Maksud Don adalah para manajer yang baru dilatih tersebutlah yang akan memadamkan sebagian besar api yang ada diperusahaan, dan ia akan bebas untuk menangani hal-hal yang lebih besar, dan ia telah lebih banyak membaca daripada sebelumnya. Tentu saja, Don tidak sama sekali terasing dari dunianya, atau dari perencanaan manajemen SDM yang semakin bertambah penting. Ketika ia mulai menempatkan orang untuk menduduki jabatan-jabatan manajer divisi SDM, ia memastikan bahwa hal itu akan menjadi pengalaman belajar untuknya. Don selalu mewajibkan calon pekerja untuk mempersiapkan pembicaraan selama satu jam mengenai riset dan praktek di berbagai bidang personalia misalnya : tentang seleksi, penilaian kerja, kompensasi dan pelatihan. Ia akan mengundang kandidat MBA yang tidak mengambil mata kuliah SDM untuk datang dan menjelaskan hubungan antara bidang minatnya dengan manajemen sumber daya manusia.
Don merencanakan untuk menjadi pimpinan eksekutif Bancroft atau perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai ukuran sama atau lebih, dalam lima sampai tujuh tahun mendatang. Menurutnya, ia akan dapat mencapai cita-cita ini kalau tetap pada bidang sumber daya manusia dan melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Ia juga harus menjadi yang termuka dalam segala hal, di dalam maupun di luar perusahaan. Dari wawancara-wawancara yang dilakukannya selama tiga tahun terakhir. Don tahu bahwa amatlah penting untuk membawa sumber daya manusia ke suatu arah strategis sambil tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan operasional sebaik mungkin.
Selama memikirkan hal tersebut, Don mulai mencoret-coret sebuah diagram diatas meja kerjanya yang besar. Di bagian tengah adalah perusahaan Bancroft, sebuah perusahaan pakaian yang sudah mapan. Disebelah kirinya adalah para pemasoknya, dan di sebelah kanannya adalah konsumen. Di dalam benaknya ada semua praktek sumber daya manusia yang ia ketahui dengan baik. Ia mempunyai firasat bahwa harus ada jalan untuk memanfaatkan kebolehan perusahaan dalam bidang penilaian kinerja dan pelatihan untuk membantu Bancroft menjadi lebih efektif. Bancroft telah belajar banyak dari semangat untuk meningkatkan kualitas selama lima tahun, tetapi tahun lalu, perkembangan kualitas melambat. Bancroft harus terus meningkatkan kualitasnya untuk memperoleh dan memelihara keunggulan kompetitif tetapi pencapaian kualitas internal menjadi semakin sulit tatkala Bancroft mulai menanjaki kurva proses belajar. Don berpikir , bagaimana ia dapat membantu Bancroft mengalami kegairahan dalam memperoleh kembali perkembangan yang pesat dalam bidangnya ?
Don melingkari sekelompok rekanan perusahaan dan mulai memformulasikan sebuah rencana yang akan memperbesar peluangnya untuk menjadi CEO.

I.2.  Permasalahan
I.2.1.   Apa yang menyebabkan perkembangan kualitas melambat selama kurun waktu setahun yang lalu terhadap Bancroft.
I.2.2.   Bagaimana meningkatkan kualitas untuk memperoleh dan memelihara keunggulan kompetitif untuk Bancroft.
I.2.3.   Faktor apa saja yang dibutuhkan untuk membantu Bancroft mengalami kegairahan dalam memperoleh kembali perkembangan yang pesat dalam bidangnya.

I.3.  Ruang Lingkup
I.3.1.   Pembahasan tentang manajemen sumber daya manusia.
I.3.2.   Pembahasan tentang fungsi-fungsi manajemen.
I.3.3.   Pembahasan tentang prinsip-prinsip pengelolaan manajemen sumber daya manusia.
I.3.3.   Pembahasan tentang pengertian perencanaan.
I.3.4.   Pembahasan tentang pengertian rencana strategis.

I.4.  Maksud dan Tujuan
I.4.1.  Maksud Pembuatan Makalah
Maksud pembuatan makalah ini adalah dalam rangka untuk penambahan nilai dari item-item persyaratan pemenuhan nilai akademik yang telah dipersyaratkan.
I.4.2.  Tujuan Pembuatan Makalah
I.4.2.1. Dalam rangka mengembangkan pengetahuan tentang manajemen sumber daya manusia
I.4.2.2. Menganalisa suatu studi kasus pada perusahaan Bancroft.














BAB II
KAJIAN TEORITIS

II.1.  Uraian
Teori adalah sebagai suatu unsur penelitian mempunyai peranan yang sangat besar, sebab dengan menggunakan unsur ilmu inilah dasar untuk menganalisis studi kasus tersebut diatas sehingga bisa menjelaskan atau menerangkan berdasarkan teori-teori ilmu pengetahunan.
Bab ini akan membahas tentang rumusan kerangka teoritik dalam suatu kegiatan perencanaan strategis menurut sistimatika sebagai berikut :
1.     Tinjauan tentang manajemen
2.     Tinjauan tentang fungsi-fungsi manajemen
3.     Tinjauan tentang pengertian perencanaan
4.     Tinjauan tentang pengertian rencana strategis.

II.2.  Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut :
1.    Menurut Harold Koontz dan Cyril O’donnel
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain
2.    Menurut R. Terry
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
3.    Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah proses perencanaan , pengorganisasian dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
4.    Menurut Lawrence A. Appley
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
5.    Menurut Drs. Oey Liang Lee
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasi, penyusunan, pengaeahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Keberadaan tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi sangat penting artinya bagi organisasi. SDM sebagai salah satu unsur penunjang organisasi dapat diartikan sebagai manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (di sebut personil, tenaga kerja, pekerja/karyawan).
Untuk mendukung proses terwujudnya SDM yang berkualitas maka perlu dipersiapkan berbagai macam sarana dan prasarana. Suatu perusahaan  Mengelola sumber daya manusia bukan merupakan hal yang mudah, karena manusia merupakan unsur yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnnya. Pengembangan pribadi yang bermutu unggul secara sistimatis boleh jadi merupakan salah satu strategi yang mesti diusung ketika suatu perusahaan ingin menjadi yang terbaik.
Manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, intregitas pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan masyarakat (Flippo, 1996). Atau dengan kata lain MSDM dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan SDM dalam upaya mencapai tujuan individual dan organisasional.
Fungsi perencanaan adalah mendisain suatu lingkungan untuk prestasi yang efektif bagi individu-individu yang bekerja sama dalam suatu kelompok. Salah satu untuk menilai kegiatan perencanaan yang bermacam-macam ialah meninjau berbagai tipe perencanaan yang merupakan hasil dari proses perencanaan.
Menurut LAN (2007) tipe-tipe perencanaan adalah sebagai berikut :
-        Tujuan (Objectives)
Tujuan dirumuskan oleh pimpinan tingkat atas berdasarkan penilaian ekonomi, sosial dan politik sesuai dengan garis-garis pengarahan startegi dan kebijakan.
-        Strategi (Strategy)
Perencanaan strategi adalah bersifat jangka panjang dan menjadi perencanaan yang bersifat taktis pada pimpinan tingkat bawah. Perencanaan taktis adalah bersifat jangka pendek.
-        Kebijakan (Policy)
Kebijakan membatasi ruang lingkup dalam pembuatan keputusan dan menjamin bahwa keputusan yang diperlukan akan memberikan sumbangan terhadap penyelesaian tujuan yang menyeluruh.
-        Prosedur (Procedures)
Prosedur menggambarkan urutan-urutan yang bersifat kronologis dari setiap tindakan yang harus dilakukan.
-        Anggaran (Budgets)
Suatu rencana yang meliputi sumber-sumber dana yang ada kaitannya terhadap semua tahap-tahap kegiatan untuk periode tertentu dalam waktu yang akan datang.
-        Rencana proyek (Project Plan)
Adalah perpaduan dari tujuan, kebijakan, prosedur, anggaran dan unsur-unsur lain yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
-        Rencana fungsional (Functional Plan)
Suatu garis tindakan yang akan dilakukan dalam bidang fungsional terhadap penyelesaian sasaran perencanaan organisasi secara keseluruhan.
Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Rencana strategis mengandung visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan.
Dengan adanya perencanaan startegis, maka konsepsi perusahaan dalam mencapai tujuan semakin jelas, sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain serta dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. Faktor yang menyebabkan perencanaan strategis dapat menentukan keberhasilan organisasi adalah :
1.     Perencanaan merupakan tipe perencanaan yang terpenting.
2.     Melakukan perencanaan strategis berarti menetapkan misi organisasi secara jelas
3.     Dengan perencanaan strategis memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasi.
Adapun langkah-langkah penyusunan perencanaan strategis adalah sebagai berikut :
-        Tentukan tujuan, manajer harus memilih tujuan strategis. Pemilihan ini dipengaruhi oleh maksud, misi, nilai-nilai dan kekuatan serta kelemahan.
-        Analisa lingkungan, tujuan yang telah dipilih harus di cek dan disesuaikan dengan faktor eksternal yang ada.
-        Menetapkan ukuran, manajer harus menentukan ukuran guna mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
-        Bandingkan rencana bawahan dengan rencana strategis, rencana strategis yang telah dibuat  sub unit atau manajemen tingkat bawah perlu diteliti kesesuaiannya dengan rencana tingkat atas (rencana keseluruhan)
-        Hilangkan perbedaan yang terjadi, perlu penyesuaian antara rencana tingkat atas dan rencana tingkat bawah sehingga tidak terjadi perbedaan.
-        Memilih alternatif manajer harus mampu melakukan evaluasi dan memilih alternatif yang terbaik
-        Penerapan rencana strategis, alternatif yang terpilih akan menjadi rencana yang harus diformulasikan secara jelas,dan kemudian dirinci kedalam kegiatan-kegiatan organisasi mengukur dan mengawasi kemajuan, pengukuran perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kegagalan.

II.2.    Pendekatan MSDM
Beberapa pendekatan yang digunakan dalam MSDM, yaitu :
II.2.1.  Pendekatan SDM
Menekankan pengelolaan dan pendayagunaan yang memperhatikan hak azasi manusia.
II.2.2.  Pendekatan manajerial
Menekankan pada tanggung jawab untuk menyediakan dan melayani kebutuhan SDM departemen lain.


II.2.3.  Pendekatan sistem
Menekankan pada tanggung jawab sebagai sub sistem dalam organisasi.
II.2.4.  Pendekatan pro-aktif
Menekankan pada kontribusi terhadap karyawan, manajer dan organisasi dalam memberikan pemecahan masalah.

II.3.    Prinsip-Prinsip Pengelolaan MSDM
II.3.1.  Orientasi pada pelayanan,dengan berupaya memenuhi kebutuhandan keinginan SDM yang puas akan selalu berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumennya:
II.3.2.  Membangun kesempatan terhadap SDM untuk berperan aktif dalam perusahaan,dengan tujuan untuk menciptakan semangat kerja dan memotivasi SDM agar mampu menyelesaikan pekerjaan denga baik,
II.3.3.  Mampu menumbuhkan jiwa intrapreneur SDM perusahaan yang mencangkup:
II.3.3.1.   Menginginkan adanya akses keseluruh sumber daya perusahaan
II.3.3.2.   Berorientasipencapaian tujuan perusahaan
II.3.3.3.   Motivasi kerja yang tinggi
II.3.3.4.   Responsif terhadap penghargaan dari perusahaan
II.3.3.5.   Berpandangan jauh kedepan
II.3.3.6.   Bekerja secara terencana,terstruktur,dan sistematis
II.3.3.7.   Bersedia berkerja keras
II.3.3.8.   Mampu menyelesaikan pekerjaan
II.3.3.9.   Percaya diri yang tinggi
II.3.3.10.  Berani mengambil resiko
II.3.3.11.  Mampu menjual idenya diluar/didalam perusahaan
II.3.3.12.  Memiliki intuisi bisnis yang tinggi
II.3.3.13.  Sensitif terhadap situasi dan kondisi, baik didalam maupun diluar perusahaan
II.3.3.14.  Mampu menjalin hubungan kerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan
II.3.3.15.  Cermat,sabar dan kompromistis.




























BAB III
PEMECAHAN MASALAH


III.1. Gambaran Umum
Perusahaan Bancroft adalah sebuah perusahaan pakaian yang sudah mapan, dengan wakil presiden perusahaan bernama Don English yang bertanggung jawab atas sumber daya manusia.Don English ini memperoleh pengetahuan tentang manajemen sumber daya manusia dari pengalaman dan pendidikan formal.

III.2. Rencana Strategis Perusahaan
Rencana strategis perusahaan Bancroft untuk memperoleh dan memelihara keunggulan kompetitif melalui wakil presidennya Don English pada dasarnya sudah baik, hal ini dapat dilihat dari usaha-usaha yang telah dilakukan, antara lain :
III.2.1.   merekut dan melatih semua manajer divisi yang bertanggung jawab dalam sumber daya manusia.
III.2.2.   Mengundang pakar untuk datang dan menjelaskan hubungan antara bidang minatnya dengan manajemen sumber daya manusia.
Kebijakan yang telah diambil tersebut sudah sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan manajemen sumber daya manusia.

III.3. Langkah – Langkah Yang Harus Dilakukan Dalam Mencapai Realisasi Dalam Memperoleh Kembali Perkembangan Yang Pesat Dalam Bidang Kualitas.
III.3.1.     Meningkatkan sumber daya manusia dalam segala tingkatan terutama dilapangan agar proses produksi bisa berjalan diiringi sistem manajemen yang baik, personel yang melaksanakan pekerjaan yang mempengaruhi mutu produk harus memiliki kompetensi atas dasar pendidikan, pelatihan, ketrampilan dan pengalaman yang sesuai.
III.3.2.     Memperbanyak pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan sumber daya manusia yang ada.
III.3.3.     Peningkatan penerapan K3 untuk preventive action.
III.3.4.     Penerapan beberapa program yang dapat meningkatkan loyalitas dan kebanggaan kerja.
III.3.5.     Memberikan jenjang peningkatan posisi karyawan.
Terkait setahun yang lalu, perusahaan Bancroft mengalami perkembangan kualitas yang melambat/menurun dan pencapaian kualitas internal menjadi sulit manakala mulai menanjaki kuva proses belajar, diperlukan solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan cara :
1.    Identifikasi problem (problem identification)
Yaitu perbedaan antara tahun lalu dengan keadaan yang diinginkan, meliputi :
1.a.   Memonitor situasi kerja dan perubahan lingkungan yang dapat menimbulkan masalah.
1.b.   Mengkategorisasikan perbedaan situasi setahun lalu dengan keadaan sekarang dengan situasi yang diinginkan.
1.c.   Pengumpulan data-data tambahan dan mendiagnosa penyebab kualitas menurun.
2.    Mencari alternatif solus.
3.    Evaluasi dan memilih alternatif, kriteria menilai alternatif dalam pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
3.a.   Menilai apakah suatu alternatif dapat dicapai dengan batasan-batasan yang ada dalam organisasi.
3.b.   Menilai apakah alternatif tersebut efektif untuk menyelesaikan masalah yang ada.
3.c.   Berapa sumber daya yang dibutuhkan dan apa efek samping dari suatu alternatif
3.d.   Kemampuan untuk mengganti alternatif secara mudah.


























BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1.  Kesimpulan
IV.1.1.   Untuk menjadikan perusahaan yang terbaik diperlukan peningkatan sumber daya manusia dengan memperhatikan pendekatan dan prinsip-prinsip pengelolaan manajemen sumber daya manusia.
IV.1.2.   Dengan adanya perencanaan startegis, maka konsepsi perusahaan dalam mencapai tujuan semakin jelas, sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain serta dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.

IV.2.  Saran
Agar perusahaan Bancroft mengalami kegairahan dalam memperoleh kembali perkembangan yang pesat dalam bidangnya dan ambisi Don English untuk menjadi CEO di perusahaan, maka pembenahan internal perlu dilakukan, antara lain :
IV.2.1.   Hendaknya rencana strategis merekrut dan melatih tetap dijalankan secara berkesinambungan dengan memberikan kesempatan pada semua level karyawan.
IV.2.2.   Menyediakan berbagai fasilitas pemenuhan kebutuhan karyawan
IV.2.3.   Menetapkan standar kompetensi yang diperlukan bagi personel yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan.
IV.2.4.   Memastikan bahwa personelnya sadar akan relevansi dan pentingnya kegiatan mereka dan bagaimana sumbangan mereka bagi pencapaian sasaran mutu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar